Ikan Lisong Kadang Melimpah di Laut Sukabumi: Kandungan Gizi dan Cara Masaknya

News, Perikanan8 Views

SUKABUMI,  – Laut Selatan Sukabumi kembali menunjukkan hasil melimpah. Dalam beberapa minggu terakhir, tangkapan ikan Lisong banyak ditemukan nelayan di perairan Cisolok, Ujung Genteng, hingga Pelabuhan Ratu. Ikan yang juga disebut skipjack tuna ukuran kecil ini menjadi rezeki tersendiri bagi masyarakat pesisir.

Melimpahnya ikan Lisong disambut antusias warga. Selain karena harganya terjangkau, ikan ini juga memiliki cita rasa gurih dan kandungan gizi yang tinggi. Tidak heran jika ikan Lisong sering jadi lauk andalan rumah tangga di Sukabumi.

Ikan Lisong memiliki ciri tubuh memanjang dengan warna punggung kebiruan dan perut keperakan. Ukurannya lebih kecil dibanding tuna sirip kuning, rata-rata panjang 30 sampai 50 cm per ekor. Ikan ini termasuk jenis ikan pelagis yang hidup di laut lepas dan sering muncul saat musim pancaroba.

Dari sisi gizi, ikan Lisong punya banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam 100 gram daging ikan Lisong terkandung protein sekitar 23 sampai 25 gram yang baik untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Ikan ini juga kaya omega 3 dan omega 6 yang berperan menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak. Selain itu terdapat vitamin B12, vitamin D, selenium, dan zat besi yang membantu mencegah anemia serta menjaga daya tahan tubuh. Dengan kalori yang relatif rendah, ikan Lisong cocok dikonsumsi untuk semua usia termasuk yang sedang menjalani program diet sehat.

Melimpahnya tangkapan ikan Lisong juga berdampak langsung pada ekonomi nelayan. Di Tempat Pelelangan Ikan, harga ikan Lisong berkisar antara 18 ribu sampai 25 ribu rupiah per kilogram. Saat musim puncak, seorang nelayan bisa membawa hasil tangkapan hingga 2 sampai 3 kuintal dalam sekali melaut.

Selain dijual dalam kondisi segar, banyak warga pesisir yang mengolah ikan Lisong menjadi produk turunan seperti ikan asin, pindang, dan abon. Produk olahan ini kemudian dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat sehingga membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat.

Untuk urusan masakan, daging ikan Lisong cukup fleksibel. Teksturnya padat dan tidak mudah hancur sehingga cocok diolah dengan berbagai bumbu. Beberapa cara memasak yang populer di Sukabumi antara lain ikan Lisong bakar bumbu kuning, pepes ikan Lisong dengan daun kemangi, pindang kuah asam belimbing wuluh, ikan Lisong suwir balado, dan gulai santan rempah. Agar tidak amis, ikan biasanya dilumuri jeruk nipis dan garam sebelum dimasak.

Warga juga punya tips memilih ikan Lisong yang masih segar. Cirinya mata ikan jernih dan menonjol, insang berwarna merah segar, daging kenyal saat ditekan, serta tidak berbau menyengat. Ikan yang sudah tidak segar biasanya memiliki daging lembek dan warna pucat.

Dengan potensi laut yang besar dan permintaan pasar yang stabil, ikan Lisong bisa menjadi salah satu komoditas andalan Kabupaten Sukabumi. Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sektor ini juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal di wilayah pesisir.

Pemerintah daerah dan kelompok nelayan diharapkan dapat terus menjaga keberlanjutan penangkapan ikan Lisong dengan menerapkan praktik penangkapan ramah lingkungan. Dengan begitu, kekayaan laut Sukabumi bisa terus dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.

Related Posts

Don't Miss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *