TNI AL, Banjarmasin,- Lanal Banjarmasin menggelar kegiatan trauma healing bagi para penumpang KM Virgo Transport 8 yang selamat dari musibah tenggelam di Laut Jawa. Kegiatan pendampingan psikologis ini berlangsung di Hotel Citra Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (27/9/2026).
Sesi pemulihan jiwa dilaksanakan Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila, S.Psi., yang dipimpin langsung oleh Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Mohamad Rifan, atas perintah dari Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla,
Berdasarkan data yang ada di lapangan, terdapat enam korban selamat yang hadir mengikuti sesi ini. Para korban tersebut saat ini difasilitasi menginap di Hotel Citra Banjarmasin untuk menjalani proses pemulihan. Mereka adalah Heru Pratono, Prastika, dan Aldinus asal NTT yang menempati Kamar 104, Pujianto asal Palembang di Kamar 105, serta Gradus dan Henianus yang juga berasal dari NTT di Kamar 107.
Rangkaian program pemulihan yang diberikan kepada para korban meliputi Psychological First Aid (PFA) untuk membangun kembali rasa aman, emotional check-in, relaksasi pernapasan, serta pembentukan kelompok “lingkar dukungan”. Selain itu, tim psikologi juga melakukan identifikasi mendalam untuk memetakan korban yang membutuhkan konseling pribadi lanjutan. Langkah ini diharapkan dapat membantu para korban melepaskan beban pikiran dan menerima musibah yang menimpa mereka.
Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Mohamad Rifan, menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen penuh untuk meringankan beban psikis maupun fisik para korban. Pihaknya juga memastikan dukungan moral terus mengalir bagi pihak keluarga korban yang saat ini masih menunggu kepastian dari kelanjutan proses pencarian di laut.
Guna mengoptimalkan proses pemulihan tersebut, TNI AL turut menghadirkan tim dokter spesialis langsung dari Surabaya, termasuk Dokter Hiperbarik Mayor Laut (K) dr. Dony Irawan Suwardhono. Seluruh penanganan medis dan psikologis ini akan disesuaikan dengan tingkat trauma masing-masing individu, mengingat setiap korban menghadapi beban psikologis serta kerugian materiil yang berbeda-beda.
(Pen Lanal Banjarmasin)












