Sukabumi – 03 Juni 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pasar Modal Indonesia. Sebuah momentum bersejarah yang mengingatkan kita pada perjalanan panjang pasar modal sejak pertama kali berdiri pada tahun 1912 di Batavia, hingga kembali aktif pada tahun 1977 dengan dibukanya Bursa Efek Jakarta, yang kemudian berkembang menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti saat ini.
Bagi Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, peringatan ini bukan hanya sekadar catatan sejarah ekonomi, tetapi juga refleksi penting tentang bagaimana sektor perikanan dapat ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, A.Pi., M.P., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pasar Modal Indonesia, seraya menegaskan bahwa semangat Sukabumi Mubarokah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah harus terus digelorakan dalam setiap langkah pembangunan.
Sri Padmoko menekankan bahwa nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong yang menjadi ruh Pancasila juga relevan dalam pengelolaan sektor perikanan. Dengan semangat itu, nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan dapat semakin berdaulat dalam mengelola sumber daya, bersatu menghadapi tantangan, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.
Momentum Hari Pasar Modal Indonesia 2026 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi harus berpijak pada dua prinsip utama:
Investasi Maju: mendorong sektor perikanan untuk lebih berdaya saing, membuka peluang investasi yang sehat, dan memperkuat usaha masyarakat pesisir agar mampu tumbuh mandiri.
Ekonomi Berkah: memastikan setiap hasil pembangunan membawa manfaat nyata, menghadirkan kesejahteraan yang merata, dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Sukabumi.
Dengan semangat Sukabumi Mubarokah, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi optimistis bahwa sektor perikanan tidak hanya menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi juga bagian dari kekuatan ekonomi nasional yang bersatu, berdaulat, dan penuh berkah.






